Memanajemen Waktu dengan Trading Semi Intraday

pernahkah anda berfikir jika waktu anda banyak sekali dihabiskan untuk trading? jika benar sebaiknya anda membaca artikel ini . sebenarnya trading tidaklah membutuhkan waktu yang sangat lama, hanya butuh beberapa menit saja untuk membuka posisi dalam setiap harinya. lantas apa yang kita rasakan mungkin tak seperti demikian . bahkan sampai ada yang rela “melototin chart” sampai berjam jam hingga lupa segalanya .  ini masalah nubi alias masalah trader pemula


arti dari melototin chart tidak selalunya berhadapan dengan PC secara terus menerus, tetapi juga setiap Jam, menit, bahkan mungkin berhenti hanya ketika ingin ke kamar mandi saja.

melototin chart terus tidak hanya membuat waktu kita kita , tapi juga malah membuat hasil Trading kita menjadi buruk . 

selain waktu kita akan habis. berikut yang mungkin akan terjadi jika Anda melototin chart setiap waktu

– Pikiran anda akan kacau karena melihat naik turunya harga

– Pikiran jadi pusing sendiri, akhirnya merubah analisa yang seharusnya sudah mantap sebelumnya

– yang paling membahayakan adalah keluar penyakit trader pemula “wah udah profit dikit nih, close ah lumayan buat beli bakso” . sedangkan jika floating minus di tungguin sampai kena SL bahkan rela SL digeser sampai kena mc

– hasil akhirnya tentu tidak akan mendapatkan profit konsisten

lantas bagaimana cara mengatasi hal ini? 

oke saya berikan beberapa tips yang mungkin bisa anda gunakan . saya menyebut ini dengan gaya trading semi intraday . lho kok semi intraday? karena saya bingung disebut scalper juga bukan, intraday juga bukan. jadi tengah2 ya semi intraday. hehe

  • tradinglah maximal 2x sebari saja. Pagi dan Sore
  • OP pagi pada antara jam 8:00 – 12:00 saat pasar asia buka 
  • OP sore antara jam 15:00 – 21:00 saat pasar eropa buka
  • TP kisaran 40 pip (atau 400 pip di broker 5 digit) , untuk SL disamakan atau kurang dari TP
  • jika OP yang pagi belum close sampai sore, sebaiknya jangan OP dulu

berikut adalah beberapa tips dari saya yang mungkin bisa anda gunakan untuk membagi waktu trading . setelah OP sebaiknya jangan buka , biarkan kena SL dan TP . lihat saat buka OP selanjutnya . lho terus kalau kena SL gimana? kan kita udah pake Money Managemen . yang terpenting akhir bulan jika ditotal masih banyak profitnya ketimbang lost nya . cara ini hampir mirip dengan scalping, hanya saja lebih terkontrol waktunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *